Senin, 26 Maret 2018

5 Manfaat Positif dari Anak Tantrum

5 manfaat positif anak tantrum

Pastinya orang tua pernah memiliki pengalaman saat anak-anak Tantrum. Dimana sang anak mengeluarkan seluruh emosinya kepada orang tua ada yang mengerti apa maksud sang anak tetapi ada pula yang tidak mengerti.

Sampai suatu ketika kita sebagai orang tua pasti pernah merasa bingung menghadapi tingkah tantrum sang anak. Tantrum tidak memandang lingkungan sekitar, dia bisa kapan saja terjadi dan dimana saja. Dan itu bisa menjadi sebuah tantangan orang tua untuk lebih bersabar lagi dalam mendidik anak.

Pada umumnya Tantrum terjadi ditahun kedua masa-masa anak yaitu saat kemampuan bahasa anak berkembang. Sebab balita belum begitu mengerti apa yang ingin dia sampaikan, rasakan, atau yang dibutuhkannya. Seiring kemampuan bahasanya nanti meningkat sikap Tantrum itu akan menurun.

Sangat melelahkan ketika menghadapi Tantrum sang anak. Ternyata dibalik Tantrum seorang anak itu tidak selalu buruk, banyak manfaat positif yang bisa orang tua lihat. Inilah beberapa manfaat nya :

  1. Seluruh emosi dikeluarkan
    Tangisan adalah suatu bentuk emosi yang akan di tujukkan ketika mengalami Tantrum. Dengan begitu perasaan emosi marah, kesal, sedih atau pun jenuh terlepaskan. Semakin dia merengek atau menangis perlahan suasana hatinya semakin membaik.
  2. Anak dapat belajar
    Pada saat anak mengalami Tantrum sebenarnya mereka sedang berjuang untuk mengungkapkan seluruh emosinya. Hal tersebut bisa membantu mereka untuk belajar mengendalikan diri sendiri dan mendapat sesuatu yang baru contoh belajar berkomunikasi dengan orang lain, mengatasi hal-hal yang negatif, serta belajar memahami situasi sekitar.
  3. Anak menjadi dekat dengan orang tua
    Tantrum
     adalah bagian proses anak untuk mempelajari kosakata contohnya mana yang benar-benar sangat dibutuhkan dan mana yang tidak perlu. Biarkan mereka mengalami sebuah gejolak didalam persaannya. Saat mereka Tantrum cobalah kita sebagai orang tua tetap tenang, tidak perlu banyak bicara, cukup tawarkan beberapa kata saja, lalu saat mulai reda berikan pelukan hangat. Dengan begitu anak akan belajar menerima keputusan yang kita buat serta merasa lebih dekat dari biasanya.
  4. Belajar tentang batasan perilaku
    Jangan merasa senang dahulu ketika tau manfaatnya, terkadang anak bisa menjadikan Tantrum sebagai senjata untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Maka tetaplah untuk bersikap tegas ketika anak mengalami Tantrum,  mereka pun akan belajar bahwa ada batasan-batasan perilakunya yang harus diikuti oleh anak. Walau dalam kondisi Tantrum orang tetap harus tegas menolak ketika sudah melewati batas yang ditentukan.
  5. Anak menjadi merasa aman untuk menyampaikan perasaannya
    Tiap anak punya cara tersendiri untuk menyampaikan perasaan, tidak semua anak mampu memanipulasi orang tua dengan menggunakan trik Tantrum. Ada juga anak yang menerima larangan/aturan yang telah diberikan. Andaipun anak tidak mau menerima sebuah rengekan itu hanya bagian dari perasaannya. Orang tua tetap bisa mempertahankan ketegasan dalam kata "tidak" dan berempati atas rasa kesedihannya. Tetap berikan kasih sayang pada saat emosi anak meledak-ledak disitu mereka akan meraskan kenyamanan padahal dia sudah menangis dengan heboh.

30 komentar:

Agatha Revindra Widori mengatakan...

Ternyata ada manfaatnya ya mom..hehehe..
Makasi infonya mom Za..

Yurmawita mengatakan...

Pelukan itu memang sangat mujarab ya sebagai obat meredam emosi

Siska Dwyta mengatakan...

Wah, ternyata efek tantrum anak banyak manfaat positifnya. Noted nih, mbak bisa diapplikasikan klu udah punya anak nanti. Jd orang tua memang butuh kesabaran tingkat tinggi dalam menghadapi tingkah anaknya ya :)

Aulia Rahmah Alhafidz mengatakan...

hihi karena belum nikah jadi baru tau ada yang namanya tantrum, makasih ya bun buat persiapan hehe

Anggarani Ahliah Citra mengatakan...

Tantrum itu wajar yah. Bagian ekspresi dari anak. Salah satu bagian yang ngga bisa terelakkan bagi orang tua. Latihan juga mempererat ikatan batin anak dan orang tuanya

Farida mengatakan...

Wah nice sharing. Bikin ortu ga keburu ikutan tantrum nih kalau tau manfaatnya��

antung apriana mengatakan...

wah ternyata ada manfaatnya juga ya tantrum buat anak. kebetulan anakku juga lagi masa-masa suka tantrum nih. semoga aja kami bisa menghadapinya dengan baik

denik mengatakan...

Wah, jadi tahu sisi positifnya. Nice artikel Mba

azkail mengatakan...

selalu ada nilai positifnya ya, sekalipun itu dari sesuatu yang kadang tampak 'buruk'.

UMMI - AIRA mengatakan...

Terima kasih mba informasinya. Sebagai seorang ibu harus belajar sabar dan sabar, banyak hal yang secara gak langsung diajarin anak sendiri ya mba... :)

Ida Nurhidayati mengatakan...

Yang saya tahu tantrum adalah salah satu tahap perkembangan psikologis yang harus muncul, supaya ketika dewasa dia bisa mengelola emosinya.

Baiq Rosmala mengatakan...

Masyaallah saya baru tahu ternyata ada manfaatnya ya tantrum itu. Terima kasih sudah berbagi mb

shela anjar rani mengatakan...

@agatha revindra widori

Tentunya mom...walau mungkin ada sisi buruk juga 😊

shela anjar rani mengatakan...

@yurmawita betul banget mba 😊

shela anjar rani mengatakan...

@siska dwyta sama2 mba 😊

shela anjar rani mengatakan...

@aulia rahmah alhafidz nanti kalo sudah menikah dan punya anak pasti melewati masa-masa tumbang anak terutama tantrum 😊

shela anjar rani mengatakan...

@anggarani ahliah citra
betul banget mba

shela anjar rani mengatakan...

@farida terkadang orang tua walau sudah tau tetap masih suka kurang sabar mba (pengalaman) 😅

shela anjar rani mengatakan...

@antung apriana
semoga berhasil kerjasamanya mba karena pada intinya orang tua dan anak di masa-masa ini harus saling bekerjasama.

shela anjar rani mengatakan...

@denik makasih mba

shela anjar rani mengatakan...

@azkail betul sekali

shela anjar rani mengatakan...

@ummi-aira betul sekali mba...secara tidak langsung orang tua dan anak itu saling belajar untuk bisa bekerjasama juga.

shela anjar rani mengatakan...

@ida nurhidayati iya betul mba...

shela anjar rani mengatakan...

@baiq rosmala selalu ada nilai positif dan negatif disetiap pola asuh anak mba 😊

Dian Restu Agustina mengatakan...

tantrum anaak bikin orang tua naik kelas kesabarannya jika berhasil mengatasinya.
Bagi anak juga banyak manfaatnya ternyata..
Hm, memangkalau bisa debeli, sabar harus di stock banyak saat menghadapi anak tantrum ini.
Terima kasih sharingnya Mbak

lisa lestari mengatakan...

Betul banget mbak, dengan trantrum kita bisa mengajarkan anak untuk mengelola emosinya.

D. Isnaini Fadhilah mengatakan...

Katanya mbak, ketika punya anak, kitalah sebagai orang tua yang lebih belajar banyak dari mereka, jadi gak sekedar mereka yang copy kelakuan kita. Hehe. Wallahu'alam.

unni riska mengatakan...

Keren mbak, melihat dari 2sisi. Saya ada pertanyaan mbak
Bagaimana cara mengatasi anak yang tantrum dipusat perbelanjan, tidak bisa ditenangkan, Bahkan sampai guling2di lantai pusat perbelanjaan?

Afifah mengatakan...

Hal semacam ini banyak manfaatnya. Belajar sabar aja, ya.

Dwi Arum mengatakan...

Whuaa ternyata ada manfaatnya ya. Jadi bisa lebih rileks dikit nih liat anak tantrum.